Antara Remaja, Cinta, dan Islam

  

          Ada sebuah opini plesetan tentang kepanjangan dari kata remaja. Yaitu remang-remang, manja, dan jajan/jalan-jalan. Remang-remang identik dengan tempat yang disukai, manja adalah sifat yang dimiliki, jajan adalah hobi yang paling digemari atau dominan.

          Ketiga karakter tersebut, sering diidentifikasikan pada seorang remaja, atau istilah sekarang adalah Anak Baru Gede (ABG). Namun apakah benar semua remaja selalu identik dengan ketiga karakter tersebut. Sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab dengan cermat dan dengan data yang akurat, disertai observasi yang luas, mendalam, dan lengkap.

          Survey lapangan menunjukkan bahwa tidak semua remaja demikian, dengan adanya IKREMA (Ikatan Remaja Masjid At Taqwa), IPM (Ikatan Pemuda Masjid), dan lain-lain, sudah cukup sebagai data dan bukti yang otentik, bahwa sekian persen dari seratus persen, ada remaja yang memiliki karakter tersendiri yang identik dengan nama kelompok atau organisasi mereka.

          Lantas bagaimana, korelasinya antara remaja, cinta dengan Islam?

          Di samping ketiga karakter tersebut di atas, remaja selalu diidentikkan dengan yang serba manis dan indah. Sebagai contoh adalah slogan-slogan yang berbunyi: tiada seindah dan semanis cinta remaja, tiada semanis dan seindah masa remaja, dan seribu satu macam slogan lagi yang identik dengan itu.

          Slogan-slogan itu tidak muncul tanpa sebab, karena hasrat dan jiwa para remaja yang terasa selalu dibuai oleh cinta, cinta remaja. Bagi remaja, cinta adalah sesuatu yang penting dalam hidupnya, namun cinta seperti apakah itu?. Bila kita membahas apa itu cinta, rasanya tidak akan ada habisnya. Beda manusia, beda kepala, dan berbeda hati, maka akan berbeda pula arti cinta itu. Cinta itu luas tapi sempit, cinta itu indah tapi menyakitkan, dsb. Apa semua itu adalah cinta?

Lalu bagaimana Islam memandang remaja dan cinta?

Cara Islam memperhatikan dan memperingatkan remaja bisa kita lihat dari sisi usia misalnya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, tentang lima perkara yang harus diperhatikan sebelum datangnya lima perkara. masalah remaja atau pemuda menduduki prioritas pertama yang berbunyi: jaga masa mudamu, sebelum masa tuamu.

          Ini menunjukkan betapa pentingnya masa muda atau remaja itu yang datang sekali dan tidak dapat terulang lagi semasa hidup di dunia. Oleh karena itu Islam begitu besar perhatiannya terhadap remaja atau pemuda. Sabda Rasulullah SAW, yang lain: Alloh mencintai orang tua yang gemar beribadah, tapi Alloh lebih mencintai seorang pemuda atau remaja yang gemar beribadah.

          Dari kedua hadits tersebut, betapa Alloh SWT dan RasulNya sangat memperhatikan remaja. Masa remaja, masa saat setiap pilihan yang diambil akan menentukan bagaimana dia selanjutnya, maka jadilah remaja bijak yang akan menentukan pilihan yang terbaik bagi semuanya.

          Kemudian cinta dalam Islam. Cinta dari segi pandangan Islam adalah bagaimana caranya seseorang mendapatkan cinta dari Alloh SWT, yang merupakan cinta paling tinggi dan hakiki. Dan syaratnya sudah Alloh jelaskan dalam QS. Al-Imron:31, Katakanlah,”Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jadi untuk mendapatkan cinta dan ampunan Alloh SWT, ikutilah Rasululloh SAW dan apa yang dibawanya (Al-Qur’an dan As-Sunnah), berupa ucapan, perilaku, dan ketetapannya.

Dalam bentuk sya’ir, Rabi’ah al-Adawiyah(713-801 H),seorang sufiah yang sangat populer dengan konsep cintanya (mahabbah), mengungkapkan tentang cinta:

Aku mencintaiMu dengan dua cinta

Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu

Cinta karena diriku

Adalah keadaanku senantiasa mengingatmu

Cinta karena diriMu

Adalah keadaanMu mengungkapkan tabir hingga Engkau kulihat

Baik untuk ini maupun untuk itu pujian bukanlah bagiku

bagiMulah pujian untuk kesemuanya.

Dalam HR. At Thabrani juga disebutkan, ”sekuat-kuat ikatan iman adalah: berwali karena Alloh, bermusuhan karena Alloh, mencintai karena Alloh, dan membenci karena Alloh”. Jelas bahwa cinta hakiki itu hanya milik Alloh dan jika kita ingin mencintai seseorang atau sesuatu, maka cintailah semua itu karena Alloh. Wallahu’alam bishowab.

 

 

by. My Lovely Father (Abdullah Nakhel Kuncahyo)

2 Komentar

  1. Han said,

    Februari 6, 2009 pada 5:16 am

    Sbg remaja q se7,,
    Keren bgt,,artikel.na…
    Thx…

    • lavender2night said,

      Juni 2, 2010 pada 5:21 am

      sami2…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: