J Definisi Kreativitas J
Kreativitas didefinisikan secara berbeda-beda. Keberagaman definisi itu, sehingga pengertian kreativitas itu tergantung pada bagaimana orang mendefinisikannya –“creativity is a matter of definition”. Tidak ada satu definisi pun yang dianggap dapat mewakili pemahaman yang beragam tentang kreativitas (Supriadi, 2001: 6). Hal ini disebabkan oleh dua alasan, yaitu:
1. Kreativitas merupakan ranah psikologis yang kompleks dan multidimensional, yang mengandung berbagai tafsiran yang beragam
2. definisi-definisi kreativitas memberikan tekanan yang berbeda-beda, tergantung dasar teori yang menjadi acuan pembuat definisi.
Supriadi (2001: 7) menyimpulkan bahwa pada intinya kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Beradasarkan analisis faktor, Guilford menemukan bahwa ada lima sifat yang menjadi ciri kemampuan berfikir kreatif, yaitu:
ü Kelancaran à kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
ü Keluwesan à kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah.
ü Keaslian à kemampuan menciptakan sesuatu yang asli karya sendiri.
ü Elaborasi atau penguraian à kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara terinci.
ü Perumusan kembali à kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.
J Kriteria Kreativitas J
Amabile (1983) penentuan kriteria kreativitas menyangkut tiga dimensi yaitu:
- Dimensi proses à segala produk yang dihasilkan dari proses situ dianggap sebagai produk kreatif.
- Dimensi person à sering dikatakan sebagai kepribadian kreatif. Menurut Guilford, kepribadian kreatif meliputi dimensi kognitif (bakat) dan dimensi non-kognitif (minat, sikap, dan kualitas tempramental). Menurut teori ini, orang-orang kreatif memiliki ciri-ciri kepribadian yang signifikan, berbeda dengan orang-orang yang kurang kreatif.
- Dimensi produk kreatif à menunjuk pada hasil perbuatan, kinerja, atau karya seseorang dalam bentuk barang atau gagasan. Kriteria ini disebut “kriteria puncak” dagi kreativitas karena dipandang sebagai yang paling eksplisit untuk menentukan kreativitas seseorang.
Dalam berbagai studi, criteria kreativitas dibedakan pula ke dalam dua jenis (Ghiselin, 1963; Shapiro, 1973). Pertama, criteria berdasarkan produk kreatif yang ditampilkan oleh seseorang selama hidupnya maupun dibatasi hanya ketika ia menyelesaikan suatu karya kreatif. Kedua, kriteria yang didasarkan pada konsep atau definisi kreativitas yang dijabarkan ke dalam indikator-indikator perilaku kreatif.
J Asumsi Kreativitas J
Terdapat enam asumsi kreativitas yang diangkat dari teori dan berbagai studi tentang kreativitas. Diantaranya yaitu:
Setiap orang memiliki kemampuan kreatif dengan tingkat yang berbeda-beda. Treffinger (1980: 15) mengemukakan bahwa tidak ada orang yang sama sekali tidak mempunyai kreativitas, seperti halnya tidak ada seorang pun manusia yang inteligensinya nol.
Kreativitas dinyatakan dalam bentuk produk-produk kreatif, baik berupa benda maupun gagasan. Tinggi atau rendahnya kualitas karya kreatif seseorang dapat dinilai berdasarkan orisinalitas atau kebaruan karya itu dan sumbangannya secara konstruktif bagi perkembangan kebudayaan dan peradaban.
Aktualisasi kreativitas merupakan hasil dari proses interaksi antara faktor-faktor psikologis (internal) dengan lingkungan (eksternal).
Dalam diri seseorang dan lingkungannya terdapat faktor-faktor yang dapat menunjang atau justru menghambat perkembangan kreativitas.
Kreativitas seseorang tidak berlangsung dalam kevakuman, melainkan didahului oleh hasil-hasil kreativitas orang-orang yang berkarya sebelumnya. Dapat dikatakan juga sebagai kemampuan seseorang menciptakan kombinasi baru dari hal yang telah ada sehing menghasilkan sesuatu yang baru.
Karya kreatif tidak lahir hanya karena kebetulan, melainkan melalui serangkaian proses kreatif yang menuntut kecakapan, keterampilan, dan motivasi yang kuat. Ada tiga factor yang menentukan prestasi kreatif seseorang, yaitu: motivasi atau komitmen yang tinggi, keterampilan dalam bidang yang ditekuni, dan kecakapan kreatif.
J Faktor Pendukung dan Penghambat Kreativitas Anak J
|
NO |
FAKTOR |
PENDUKUNG |
PENGHAMBAT |
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
|
Sikap Pendidik
Strategi Mengajar
Sarana Pembelajaran
Pengaturan Ruang/Fisik
Teman
Orangtua |
- Sabar, telaten, dan ramah serta menerima anak sebagai pribadi yang unik dan berbeda.
- Penekanan pada bermain sambil belajar dan bukan pada penilaian, metode pembelajaran bermacam-macam dan berganti-ganti, memberi tugas yang bervariasi, dan menghargai hasil karya anak.
- Tersedianya bermacam-macam alat permainan
- Penataan ruang kelas yang terbuka dan diubah dalam kurun waktu tertentu. - Tampilan dinding ruang bermain yang menarik.
- Sikap bersahabat
- Memberi kebebasan - Menghargai dan menerima anak - Menunjang dan mendorong kegiatan anak - Menyediakan cukup sarana |
- Pengertian pendidik tentang konsep kreativitas masih kurang
- Terdapat metode pembelajaran yang jarang atau bahkan tidak digunakan.
- Jenis alat permainan yang tergolong alat permainan kreatif masih kurang. - Tak ada penambahan alat permainan baru untuk waktu yang lama. - Permainan yang rusak tidak segera diganti. - Terdapat permainan yang hanya disimpan dalam laci. - Pengadaan bahan belajar butuh waktu lama.
- Dinding ruang kelas terkesan kosong dan tidak menarik. - Ruang kelas tidak dipenuhi produk hasil karya anak. - Alat permainan tidak ditata dengan rapi dan menarik.
- Sikap memusuhi
- Turut masuk di dalam kelas dan membantu anak pada saat istirahat/makan. - Tidak sabar dengan anak - Terlalu memanjakan |